Tawaf Wada, Bukan Lagi Airmata ☆
Senin malam tepat pukul dua belas dipandu seorang ustadz, kami terakhir kalinya menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf wada' Sebagai perpisahan sekaligus penghormatan terhadap Ka'bah dan kota Mekkah sebagaimana yang dilakukan rasulullah * Suasana ramai nan haru, khidmat memandang Ka'bah dengan dalam Tanpa pakaian ihram hanya membawa niat dan hati suci Di bawah taburan bintang yang berkelip seakan langitpun ikut memuja sang pencipta alam Binar mata dan bintang jadi satu melihat keagungan tuhan * Tujuh putaran menjadi langkah-langkah kaki yang berat Bukan karena desakan atau dorongan para jama'ah tapi ini terakhir kali hamba di sisi Ka'bah Teraduk rasa sedih dan bahagia karena diberi kesempatan beribadah di tanah suci melaksanakan panggilan Allah untuk ibadah umrah * Setelah tawaf hamba sempatkan shalat di pinggir Ka'bah dan berdoa Setiap ungkapan doa seperti jiwa-jiwa yang keluar dari lidah Mencekik hati Bukan cengeng atau pura-pura sedih ...