Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi Sakral

Tuhan, Jaga Dia ☆

Gambar
Padamu kuserahkan cinta Padamu kuberikan kasih sayang Padamu kubahagia Padamu kugapai asa * Malam jadi penentu rinduku padamu Malam ingat namamu Malam ingin berada di sisimu Malam, hadirkan dia di mimpiku * Jalanan ini jauh darimu Jauh melewati dua batas kota Tapi cinta Buat kau selalu dekat denganku * Di dekatmu selalu jiwa ini tenang Sendu matamu penuh tanya Mengenalmu adalah anugerah Mencintaimu hal terindah * Apa yang kuingin tak pernah tersampai Kau pilih dia jadi kasihmu Ku diam merana Hatiku hanya secuil kecil Tak mampu terima nyata itu Cemburu..........sakit..........pasti * Apa boleh buat Cinta itu sayang Cinta itu rasa Cinta itu hati Cinta tak memaksa * Jika dia pilihanmu Buatmu bahagia Buatmu tersenyum Buatmu segalanya Aku pun ikhlas Sekiranya ku coba untuk ikhlas * Tuhan, jaga dia Jaga pujaan hati ini Ku tak selalu di sampingnya Tak tahu apa yang menimpa dirinya Tak tahu apa yang dia rasa * Air mata ini tak ada lagi arti Tak se...

Aku Lahir Kuhidup Kumati

Gambar
Aku lahir Tak ada sambaran petir Tak ada gerhana Atau pertanda alam lainnya Hanya tangisku merongrong Bayi kecil nan imut katanya Akhir penutup enam saudara lainnya * Ku kecil di tanah ini Terbiasa dengar ranting kemelinting jatuh Pohon tumbang menggebrak saat badai Kolam meluap hujan lebat Parit penuh ikan sepat Asri cukup memikat * Berbagai burung terbang lewat atap dan semak Hinggap berbagai tempat Ku lihat Sayap-sayap merenggang udara Meluncur bebas Menuju yang mereka harap * Ayah kerja banting tulang Pagi sampai petang nampak kelam Cucur peluh tuk hidup makmur sejahtera Jerih payah meniti bahagia Tak hidup nelangsa Rezeki turut sambung Tutupi dari sisi tak untung * Ibu hadir temani hariku Setia pada terikat Ikat akan janji suci Kadang pekik datang berkunjung Celah dari bahtera rumah Tak usah emosi apalagi lupa diri Lusa kan baik Atau lusa dari lusa esoknya * Selama kasih sayang di dada Hati menyatu erat dimanja Benturan keras tak mampu memecah...

Sang Bulan ☆

Gambar
Sekian lama tak duduk di pinggir sungai ini Menatap rupamu bulan Kau tetap saja indah menawan seperti dulu Sinarmu tak menghangatkan Tapi menyinari jalan hidupku * Beruntung malam ini rupamu purnama Biasanya liuk sabit Kadang kau tampak merah senja Bloodmoon nan istimewa Buat orang bertanya mengapa * Kaulah satelit alami Pencerah bumi malam meniti Pantulkan sinar teman sejoli Ragamu cukup misteri Hingga jadi mukjizat nabi * Laut pun tak daya pasang surut Segumpal batu yang sangat berarti Bagi pemuja kalendermu Butuh bias mentari sahabat sejati Tuk setia mengiringi Agar sinar senyummu tetap riang Jiwamu tak lantas layu kering padam * Tercipta istimewa Sang bulan slamanya akan tetap bersinar Walau tertutup awan hitam gelap Walau sabit kecil sembunyi Akan akhirnya kembali purnama * Sang bulan perlambang jiwa insan Kerinduan dari kecintaan Kepedihan dari kehampaan Keindahan untuk ketulusan Diri yang telah menutup Lepaskan semua ikatan di hati Dan berdiri bisik tirani Saa...

Putih Abu-abu

Gambar
Hari melaju begitu cepat Mentari berjalan begitu singkat Derap langkah semakin jauh Detak hidup semakin tentu Usia tak lagi batas Masa remaja telah lewat * Di sudut kamar ini Ku teringat kala remaja Masa sekolah yang tak kan terlupa Sampai nanti terkenang jua * Terlalu indah tuk di lupakan Penuh kenangan, kepolosan, kekakuan, emosi Ada teman ada sahabat Ada gejolak ada cinta Ada duka ada rasa Ada cerita Semua menyatu dalam asa dan cipta * Teman Dimana kini Apa kau merindu sepertiku Ingin seperti dulu Walau hanya sesaat saja Melepas rindu ini yang telah kelabu Canda gurau penuh tawa kata * Teman Ku ingin berbagi banyak cerita Semua yang ada di benak dan hati Melepaskan semua beban yang kian gundah Dari hati ke hati * Teman Hidup tak semudah kita bayangkan dulu Bukan sekedar teori praktis Dari buku atau imajinasi Bukan pula sekedar ekspresi atau intuisi menjadi tertuju dengan pasti Penuh uji dan caci maki Tantangan Hambatan * Teman Terkadang ...

Rindu KuasaMu

Gambar
Merasa asing di rumah sendiri Hai malaikat pencabut dimanakah keberadaanmu Katakanlah kepada tuanmu Sampaikan salamku padaNya Ini jiwaku untuknya Aku tunduk padanya Ambillah jiwa ini Jiwa yang lalai teruntuk hambar * Jiwa ini yang tak mungkin lagi tahan dengan derita Katakanlah padanya:"Ya tuanku ada hambamu lagi berharap putusanmu Kabulkan permintaannya". Hai malaikat pencabut datanglah padaku * Kusiapkan diri ini untukmu dan tuanmu Pisahkanlah jiwa dan ragaku Biar susah Biar sakit Biar semaput Biar rintih Tapi itu harapku Biarlah aku di sisi tuanmu Agar lega pikiranku, agar tenang rohku * Ya Allah apa yang kau harapkan untuk hidup di dunia ini Engkau maha pemurah Tolonglah hamba ini Yang mengharap restumu Izikanlah aku berpulang padamu Mataku sudah cukup melihat indahnya dunia Dunia yang penuh fatamorgana * Malaikat dan tuanku jangan segan menjamaku Janganlah ragu Rasa ini sudah tak tertahan lagi Angkatlah rohku ke langitmu Wahai pemilik kera...