Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi Gay

Menjadi Aku

Gambar
Deritaku bukan kamu Aku menjadi diri yang utuh Aku hina bukan mauku Aku tak peduli dengan itu Kuingin semua tahu Aku bukan dirimu * Aku bukan benalu yang menggerogoti jiwamu Aku bukan racun yang menghancurkan hatimu Aku bukan virus yang merusak pikiranmu Ku tak malu dengan siapa aku Aku adalah insan terpilih yang selalu tegar dengan ejekanmu

Terburai Celaka

Gambar
Apalah aku Apakah dayamu Kita terjebak dalam kasih yang sama * Mengapa cinta kita berbeda Mengapa jenis kelamin jadi problema Dapatkah engkau mengerti itu * Kita terburai dalam asmara yang celaka * Apa maumu Mau kita pasti sama Ingin senandung dalam tawa dan duka Apa dalih kita Kita manusia yang terbuang dari surga Terbelit dalam hura-hura dunia Hanya ikuti naluri dan jalan hati * Bagaimana menyanggah dengan ayat cinta Sebatas kutahan dengan airmata Sekujur jiwa ini mengiba di pangkuanNya Terjebak kita dalam dilema * Kita terburai dalam asmara yang celaka

Tinta Cumi

Gambar
Ibu membeli sekeresek cumi dari pedagang motor keliling Aku yang disuruh membersihkan tulang lunak dan mengupas kulit ari yang kemerahan Dan sekantong tinta yang tersembunyi di dalam yang harus dibuang * Tinta cumi adalah alat pertahanan, bisa untuk menyembunyikan diri dan mengelabui kejaran hewan pemangsa Seperti halnya ular kobra dengan bisa yang menyembur Jika hewan punya pertahanan diri masing-masing lalu apa pertahanan diri manusia * Apa harus bisa pencak silat, punya ilmu kebal dan zimat pengasihan? Munafik..... jadi satu bagian pertahanan diri seseorang Terkadang pasang muka polos untuk tutupi hati picik Ada yang terlihat alim dan religius, disisi lain suka menghasud Ada yang tonjolkan tutur santun dan lembut tapi suka menebar aib dan korup * Munafik pertahanan diri paling apik Orang lain melihat bias diri dan mengaburkan jati diri Banyak gay berkelit, takut tercoreng nama baik Sudah menikah punya anak bini Tetap di luar selingkuh sama sesama jenis

Aku Di Mata Mereka

Gambar
Mereka sering mencaci tanpa tahu apa Mereka selalu membenci tanpa mengerti diri Mereka keji menghujat tanpa batas Mereka terlalu menghina tanpa melihat diri sendiri * Mereka bilang aku lebih rendah dari binatang Mereka bilang aku harus dibuang Mereka bilang aku harus dibakar Mereka hanya tahu apa yang mereka pikir Mereka melihat dari satu sisi Tak pantas menilai orang dari sisi kekurangan * Aku bukan mereka yang hidup tanpa cinta Aku bukan mereka yang hidup apa adanya Aku mampu menjadi diriku sendiri

Pelangi Yang Terbuang

Gambar
Haruskah kupercaya bahwa pelangi adalah tujuh sosok bidadari khayangan yang turun ke bumi untuk mandi Dan warna indah melengkung itu hamparan selendang yang panjang Sore ini ku melihat bianglala itu setelah terik di guyur hujan tadi Siapakah pemilik sejati pelangi itu? * Merenungku sejenak Pelangi? Bukan lagi sekedar lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak Ironis telah menjadi lambang universal golongan minoritas yang selalu diterpa isu orientasi seksual Terbuang oleh orang-orang yang menganggap dirinya lebih bermartabat * Mengertilah Seorang bayipun tak ingin saat dewasa menjadi sosok yang dibully Dan seorang anak tak menyadari siapa jati dirinya Beranjak remaja baru menyadari jiwanya berbeda dari lainnya Dalamilah * Apakah itu sebuah pilihan atau sesuatu yang timbul alami dari dalam jiwa Haruskah direndahkan Dihina untuk disingkirkan Dimana nilai sesorang? Apakah seseorang berpakaian putih dan rapi sering datang ke mushola sudah pasti manusia terpuji? * Ada...

Ketika Cinta Memilih Rupa Yang Sama

Gambar
Akankah kuhidup dengan terus sandiwara Agar aman jalanku Akankah kuhidup dengan terus bertopeng Agar kau tak meledekku Akankah kuhidup dengan terus sembunyi Agar tak bentrok dengan akalmu Akankah kuhidup dengan diam Agar kau tak melihat sikapku Lalu kemana nasib dan naluriku * Haruskah selalu kupingit diri ini Agar dunia tak menghinaku Haruskah kupendam deritaku Biar mati dalam bisu Haruskah kubuang cintaku Walau sakit menyayat hatiku Haruskah kuakhiri hidup ini Agar jiwa ini tak pernah kau tahu Mungkin itu yang kau mau Agar tak menyentuh jelaga pikirmu * Tapi bagaimana mungkin kau menghinaku Sedang dirimu tak juga putih Bagaiman mungkin kau mencaciku Sedang dirimu pun tersentuh dosa Bagaimana bisa kau merendahkanku Sedang pribadimu tak tentu pantas ditiru Bagaimana bisa kau campakkanku Jika dirimu manusia hina sepertiku * Pernahkah kau berada di posisiku Menjalani hari dengan depresi Pernahkah kau menjadi diriku Menelan kejamnya bully dan caci maki Pe...

Dilematis

Gambar
Saatku hidup denganmu kuingin kita berdiri di atas batu cinta Limpahan sayang yang tiada hentinya Bersama selalu menggenggam kesetiaan Lautan hidup yang kita arungi sangatlah beda * Lucunya tak kan ada anugerah buah hati Saat yang lain dihibur canda tawa anak-anak mereka bermain dan bermanja Kita tetap berpaut berdua Tapi itulah cinta kita * Kehidupan yang harus kita tempuh dan arungi Tanpa memaksa batin dan logika Tanpa menipu diri dan hati Hidup sementara di alam fana ini Inginku mendapat cinta sejati Inginku bersama kekasih pujaan Bukan kekasih yang dijodohkan * Hati manusia merana untuk dipaksa Tak banyak pilihan untuk kembali Tersayat tersakiti atau bunuh diri Dititik buntu larut dalam bisikan naluri Berkabut pada bayangan sedih Satu doa kulantunkan "Bahagiakan aku di dunia dan akherat ya ghafur"

Tasbih Cinta

Gambar
Yang aku risauhkan Yang aku tangisi Ketika tuhan tak menghargai cinta tulus Cinta sejati berbenih nyata dari hati * Lalu bagaimana dengan kekuatan cinta itu Yang selalu unjuk juangkan Tersedu dan merindu Cinta yang sesak sekat-sekat problema * Mencari sumber alkitab Dia ingin manusia mencintai rasul dan Allah Hanya itu Bukan harta, tahta, anak, pria dan wanita Dan tak ada setia pada satu cinta * Apa tuhan memberi penghargaan atau keleluasan pada cinta Saat cinta ditasbihkan masih mungkinkan untuk disatukan Dan itu yang aku risauhkan Slalu itu yang aku tangiskan

Kiamat Tak Mungkin Menjauh

Gambar
Zaman ini atau zaman lalu Beda atau mungkin juga sama Hanya lebih frontal dalam sikap dan tindak Berbuat tanpa enggan lagi * Coba saja tanya Hai cowok tampan pacarmu cantik atau tampan? Hai cewek cantik kekasihmu cantik atau ganteng? Ternyata banyak yang memilih jenis yang sama Walau diluar logika Tapi itulah cinta atau mungkin nafsu saja Tanyakan lubuk hati yang dalam * Bila jalinan sayang mendarah kalbu Yang ada hanya abu abu Akankah salah akankah benar Berbagai sebab dipelajari Mulai dari kelainan genetik Kelebihan kromosom x, kromosom y Faktor hormonal Pengaruh lingkungan Pelecehan Trauma Sampai sensasi dan kepuasan birahi * Bukan amburadul tak paham agama Dan bukan tak mengerti etika Banyak loh... yang tamatan pesantren Bahkan lulusan pendidikan tinggi agama Cinta tak memandang gender Mereka insan dunia Mereka ada dalam tiap strata sosial * Malahan di luar negeri sana Sudah ada menjadi perdana menteri Itu karna negara menghargai potensi Keahlian...

Dilema Hati

Gambar
Takdir manusia hidup sementara Cinta pun akan lepas lenyap Tinggalkan segala kenang Saat tubuh terbujur terkubur * Ketika surga dan neraka di hadap mata Diri hilang nyali Ridha dan ampunan dicari Lalui hisab dan titian rintih Sampaikah di negeri mahsyur bahagia hakiki * Jika tiba di tanah surgawi Bukankah ingin berdamping dengan terkasih dunia Mungkinkah segala cinta akan menyatu Atau hanya cinta biasa Seperti Adam Hawa yang layak * Kedukaan demi kedukaan Bertaut sejuta kehampaan Harap fatamorgana Menepis bayang bahagia Hancur sehancurnya * Cinta hati yang merasa Mengapa neraka jadi pemisah Dua insan yang tulus adanya Mengapa cinta dicegah Mengapa tuhan * Siapa kekasihku Siapa yang kupuja Dia yang kusayang Tak lain * Ya Allah Tertunduk aku malu padamu Jangan murkai hamba ini Beri daku kebebasan hati dan kehidupan nanti Aku hanya mencinta orang ku cinta Satukan kami dalam naunganmu ya fattaah

Mengapa Hanya Aku

Gambar
Hari ini telah senyap Hanya suara tak jelas dari balik kegelapan Berbagai binatang malam berisik Mungkin menyindirku tengah gundah Menunggu datangnya subuh Dengan kegalauan hati pikiran Seperti hari sebelumnya * Ku mungkin perlu berendam di dalamnya samudera Biar akalku segar otakku lancar Juga mendaki ke puncak tertinggi Biar dingin akalku * Apa saja Yang penting ku ingin lari Ingin bebas Lepaskan penat mencekat dari cinta dan masalah * Adakah dinding yang bisa membatasi gerak hatiku Seakan tak ada Ku melangkah sendiri Padahal ku peduli dengan jutaan cinta Cinta yang sama dengan diriku Mengapa aku yang menderita Kemana mereka semua Apa mereka tak peduli dengan sesama * Atau bersembunyi di balik keraguan Atau pura-pura laki padahal jiwa terdzalimi Mungkin juga asal bisa makan kenyang dan tidur lelap Cinta tak terusik Orang tak perlu tahu Apa yang ada di hati Itu cukup mereka nyaman * Mereka hanya palsu dari tipuan raga dan wajah Biar tampak sama di m...

Stop Bully Stop Diskriminasi (LGBT)

Gambar
Jangan mengucap hanya buat sakit hati Jangan bully padahal kamu tak memahami Jangan nista jika kamupun berdosa Jangan lagi menghakimi kamupun tak bijak * Mengapa kau turut mencampakkan anak bangsa Tak kau lihat mereka Merekapun manusia indonesia Kakek nenek mereka Eyang buyut merekapun Merasakan penderitaan yang sama Satu rasa senasib sepenanggungan Saat ini negeri ini terjajah Sama seperti asalmu Penindasan penistaan kedzaliman * Zamanpun merdeka Beri kebebasan anak bangsa berkreasi, berkreativitas, berekspresi tanpa pilah-pilih Asal santun dasarnya Wujud dari patriotisme Tak masalah berbeda  Bukankah semboyan negara kita bhinneka tunggal ika * Biarkan mereka kembangkan potensi diri Anugerah bakat yang ada Keilmuan yang mereka miliki Bukankah negara harus melindungi segenap rakyat indonesia tanpa diskriminasi Orientasi seks bukan kendala * Manfaatkan saja segala potensi mereka untuk kemajuan negeri ini Bukankah hal seperti itu yang diterapkan di negeri...

Nyanyian Jiwa ☆

Gambar
Wangi semerbak aroma bunga kopi Tercium tenang dari kejauhan Menebar kesenangan nyaman Buat pagi ini sejuk damai Kulangkahkan kaki ini dengan gegas Menerobos udara dingin partikel embun Rutin biasa pergi mencari nafkah * Hati gelisah kala rasa itu mendera Berat diucap enggan dirasa Hanya rasa di dalam rasa yang terasa Bathin tersiksa adakala Tiada yang bisa menerka Siapa diri hamba * Basah sayup air mata Berlinang dalam duka Ingin tunjukkan pada dunia Dunia yang mentertawa Tapi ku harus bisa Tanpa takut ragu Tanpa malu murung Tuhan kirim aku ke dunia pasti dengan satu tujuan * Bertumpuh pada sebuah keyakinan Akan harapan besar itu nyata Membalikkan semua mata Hingga terbuka mata hati mereka Gelak tawa kan jadi binasa Sinis miris lenyap seketika Apa yang kau kata * Tiada hal lagi berarti selain tulisanku ini Ku cuatkan semua yang terpendam dalam sanubari Tertimbun sekian alur tahun Mengendap dalam jiwa Sampai tak nyaman tersimpan Tertahan dalam ruang...

Dunia Kita Berbeda

Gambar
Begitu banyak tantangan menghadang Mulut nyinyir hinaan  Satukan cinta ini Seakan ribuan jarum menanti Untuk tertapaki * Bahkan akheratpun penghalang dua hati Adakah kita bersama di sana Letihkan pikiran Menyebalkan * Lalu apa itu cinta Mungkin itu ikhlas Melihat dia tersenyum manja Bahagia tertawa Menyentuh hati tanpa memiliki Di sini atau di surga nanti * Dunia ini semrawut dari segala tipu daya Segala uji mata hati Tak lagi kukenali Apa yang mungkin harus terjadi * Dunia kita benar beda Tak mesti melihat apa yang sama Kejujuran hati jadi penentu langkah ini Insan sejatinya punya maha cinta Hanya berpasrah pada hakiki * Ku tak bisa Sekali lagi runtuh Ingin kudambakan cinta ini Setulus cahaya kasih murni Mendekapmu dalam rindu Membelaimu dalam harap Semoga itu terjadi Walau hanya sesaat

Bukan Hanya Siti Nurbaya

Gambar
Menatap Pada gedung gedung tinggi Pada menara pencakar langit Pada jalanan jalanan besi Pada kemahsyuran negeri Pada kemegahan era kini Pada keagungan adab teknologi * Tersebar jiwa masih dibelenggu Naluri hilang ditebas Cinta murni tak bersuara Dibatas garis adat yang lumrah Tak salah tapi jadi binasa * Cinta tak lahir untuk dipaksa Cinta tak mungkin dusta Cinta tak bisa dibujuk untuk tunduk Mengapa harus bila tak suka Dan kini bukan lagi kawin paksa Tapi jadi kawin terpaksa Akankah bahagia * Terpaksa karena usia Karena orang tua, keluarga Lingkungan Pengorbanan atau munafik Kepatuhan atau derita Pasrah atau ingkar Dewasa atau depresi Akankah tiba bahagia * Hidupku Hidupmu Dalam norma yang tak pernah mengerti Hingga sampai satu ketika Senyummu jadi palsu Hatimu penuh tipu Suaramu keliru Bahagiapun semu * Inikah disebut cinta Kasih murni dibuang Kasih dicampakkan Bathin sakit terpekik Rasa mendua Duka mendera * Biarkanlah kasih tulus menyatu ...

Aku Sampah ☆

Gambar
Aku sampah yang selalu terbuang Aku sampah yang selalu terpinggir Aku sampah selalu jadi kotoran Aku sampah diinjak orang * Aku sampah dari cinta tak diingin Aku sampah dari orang ku sayang Aku sampah dari kataan kejam Aku sampah dari sisa noda kehidupan * Kau lihat dan biarkan sampah terus melaju dalam deras arus hujatan Terus menjauh dan hilang Lenyap dalam kenang Tenggelam dalam harap Sampai orang bijak memungut sampah itu Jadikan aku barang ternilai

Cinta Terhalang Dosa

Gambar
Hati getar berkecamuk tanpa arah Simpan pendam rasa suka Gelisah tiap senja Diri merana seorang sahaja * Apa penyebab apa hendak perbuat Tak tahu langkah mana Mata menangkap bayang derita Takdir atau nafsu sesat Tak pasti Hanya suara hati yang mencuat * Mengapa cinta dipertanya Mengapa cinta dimaklumat Mengapa cinta dicegat Mengapa cinta dipagar batas * Bukankah cinta tulus itu hebat Asal dari jiwa menyebar tiap ruang insan Menebar cita bahagia Apa harus dipaksa agar semua sama Hingga berakhir sengketa Durhaka pada cinta * Ku ingin dia Dia yang ada tiap karsa Membuat hati gempita Mengisi bilik rindu di dada * Apa daya Hidup jadi merana Tak kuasa runtuhkan benteng itu Yang batasi gerak cinta Bahkan batas dari segala asa * Ku terpedaya dari lingkar cinta gila Apa salah Hanya jujur pada diri Itu yang nyata dari segala yang ada Kemana harus pergi membawa luka diri ini Pada sang kekasih? * Cinta ini ku ingin miliki Tergapai wujud dalam peluk rindu K...

Sayap Sayap Patah

Gambar
Ku berdiri di senja kala Menatap indah bayang dunia Menangkis semua derita Tetap jua tak kuasa Menahan apa yang ada * Ku berlari ke ujung malam Melihat sunyi, kesunyian malam Tak nampak apa yang nyata Hanya daun emosi seakan melambai * Seakan gelap dalam hati Tak pasti apa yang di cari Tak tahu mana yang benar Hatiku menerawang Tiba pada satu tujuan * Ini diriku Jati diriku Tak usah gunjing jika menyakiti Tak usah kau caci bila tak mengerti Tak usah kau benci bila tak sukai Jangan kau rayu mauku Rendah memandangku Aku manusia * Ingin seperti burung Bebas tambat lepas mengangkasa Menuju tiap sudut seantero dunia Tanpa hambat Tanpa gertak Tanpa tangkap * Tapi apa Sayap ini kau patahkan Dengan pola pikir liar otakmu Sudut pandangmu Cercaanmu Tatapanmu Mulutmu Segala maumu Hingga ku terjatuh Terbuang dalam lumpur nista Aku manusia * Mengapa tak kau lihat Semua diri itu potensi Ternilai Berdaya guna Bermakna Bermartabat Bakat Akupun man...

Tak Menjanjikan Surga ☆

Gambar
Saat kabut malam sunyi Termenung diam ku sendiri Ingat berkas hidup ini Diri ini Tak lagi punya pasti * Rasa terhempas badai Jatuh dalam derita jurang Berpeluk dalam nista Berkutat dalam pikir Hati kunjung tak tahu lagi * Tak satu tujuan punya arti Tapi satu ingin terjadi Sesal tak berujung iri Harap akan mati Lentera ini jadi saksi Kisahku yang sedih * Cinta atau dusta Bukan nafsu yang bicara Pilihan akan mata Hati yang mulai gelisah Hingga kini tak berasa Berakhir pada sengketa * Bimbang jadi biasa Ragu akan kemurnian Tampak hebat dalam gelap Kiri kanan saling bentak Kaki tangan saling ucap Hidup dunia sangat berat * Hidupku sederhana rupa Apa adanya saja Tak menjanjikan surga pula Bukan tak berharap tapi tak ingin harap Hal hari saja jadi penentu Ada kehendak Bukan maksiat yang tampak geliat * Ku ingin dirimu Tak mungkin rasa selalu terpendam  Kapankah bersatu jalin sayang Kapan bersama genggam bahagia Hidup denganmu yang ku mau Harapan...

Merak Putih

Gambar
Walau beda dengan lainnya Ia tetap merak yang cantik Memikat mata Sungguh indah pesona Beda membuat ia istimewa * Bercermin darinya Watak manusia beragam beda Beda dengan merak yang di puja Manusia kan di cela * Tak harus kau tanya Mengapa? Ini diriku Ini hidupku Ini mauku Kau pun dengan hidupmu * Cukup hargai jalanku Hidup itu pilihan Bukan amal atau pahala buatmu ke surga Tapi ridha Allah maha kuasa * Semua tak harus sama Tiap manusia punya istimewa dan salah Alam menyimpan sejuta rahasia Bukankah pelangi indah karena warna Ku hanya ingin Jadikan hidup berguna dan bermakna