Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Yang Tertunda ☆

Gambar
Tak ingin hidup dalam kepalsuan Ingin jujur Tapi selalu tertahan * Kita bukanlah siapa-siapa kan! Hanya manusia yang nista Setiap orang membawa dosa di punggungnya Lalu untuk apa bersandiwara? Dan siapa yang kau dustai selain dirimu sendiri * Kita terlahir sama tanpa nama dan gelar Mengapa harus sembunyi? Siapa yang tahu derajat manusia selain tuhanmu sendiri Apa kau merasa lebih baik dariku? Kesombongan! * Itu yang kumau Terucap sama antara mulut dan hati Tanpa syarat tanpa uji nyali karena tekanan hidup terkadang memaksa diri untuk terus sembunyi Takut pada pandangan orang dan tatapan benci * Tuhanpun mengetahui isi hati dan setiap keburukan yang tersembunyi Lalu mengapa lebih takut pada manusia daripada tuhan itu sendiri Siapa yang selama ini jadi penolong, penyelamat dan pemberi nikmat?

Pasir Berbisik ☆

Gambar
Pasir Masih terhampar di seberang birunya lautan angkara Angin yang berbisik tak mampu menggulingkan butir untuk berputar Setapak kehidupan curam tak berujung membawa padam asa akan cita Di ufuk sana siluet senyum mentari telah sirna selaksa semesta melepas tahta * Dikemurungan antara siang dan malam aku sadar akan bimbang Mengapa senja selalu sama Diri inikah yang salah, terjaga selalu akan dosa Sakit yang kurasa bukan kepalang Tak terlihat kasat mata tapi batin selalu tersiksa * Bagaimana bila sebulir air itu membatu menjadi sebutir pasir di daun talas Apakah ia juga akan goyah mengikuti arus? Tapi hati ini terlalu lembut untuk jadi batu Aku pilih berdiri pada naluri sebab bila kupergi ke ujung dunia, ketidakpengertian dan kejamnya mulut manusia pasti kubawa Namun aku lebih tahu kini Keterusterangan akan sejatinya diri harus dipertahankan walau harus menitikkan darah