Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Di Akhir Maret (Efek Corona)

Gambar
Hujan di akhir Maret pekat dengan kesedihan Dinginnya seperti arus sepi orang-orang yang ditinggal terkasih Melonjak emosi pada kata, "aku sendiri" Kecemasan yang semakin menjadi Di pojok ruang menatap dalam getirnya peristiwa yang terjadi * Bagaimana membangun keyakinan jika esokpun tak tahu apa yang bakal terjadi

Air Mata Dunia (Efek Corona)

Gambar
Kini kamipun merasakan air mata dunia  Wabah itu menjangkit dan merenggut nyawa di negeri ini Kami shock, porak-poranda Kocar-kacir mencari solusi Pelan tapi pasti linangan air mata saat kehilangan saudara tercinta Anak yang berpisah dari orangtuanya Dokter yang pamit pada pasiennya * Kami petani kecil ikut menderita, cuma berpasrah menitikkan air mata Kapan ujian ini berakhir Bagaimana menyambung hidup mencukupi pangan keluarga sedang pabrik-pabrik karet dan sawit tutup padahal kami mengais rezeki tiap hari mengumpulkan secawan getah dan berbutir sawit Ya Allah terlalu berat bagi kami * Apa kami terlalu berdosa kepadaMu Berapa lama kami bisa bertahan? Berapa lagi ribuan nyawa melayang? Di awal pagi Di senandung adzhan ini aku mengingat kebesaranMu, tuhan Jika ini peringatan Cukup sudah......

Aku Terbiasa

Gambar
Aku terbiasa dengan angan-angan tinggi dan tak bisa untuk meraihnya Seperti layangan yang terbang tinggi terhasud angin lalu putus benangnya dan tak tahu arah tujuan * Aku terbiasa menyimpan malu, rasa hati untuk tak kuungkapan Aku sendiri, mengelabui orang-orang di sekitar agar tak tahu sejatinya diriku Misteri yang terlalu lama kusimpan * Aku terbiasa tersakiti, canggung terkadang ingin kulari Tak main-main yang buat kepala pusing dan panas hati Andai derita ini bisa terkuliti * Akupun terbiasa sunyi, membiarkan bisikan alam menyelinap bernyanyi Suara kalong cekikik singgah di dahan rambutan Untuk sekian malam bulan berbinar tak satupun jawaban terakhiri Hingga fajar datang kembali bangunkan rutinitas petani

Sudut Mata Yang Berbeda

Gambar
Pernahkah engkau perhatikan bunga teratai yang tumbuh di tempat air keruh yang berlumpur Seberapapun kedalaman airnya, tunasnya akan berusaha mencapai permukaan untuk menampakkan keanggunannya Daun dan bunganya tetap indah tak menunjukan dari lingkungan seperti apa ia berkembang * Adapun sebagian manusia hidup di lingkungan yang kerap jadi hinaan, dicap penuh dosa hanya karena ia serupa Tapi ia sesungguhnya bisa menyaring noda kehidupan dan selalu bisa menyingkirkan dosa yang ada di dekatnya Ia tidak berbaur dan tidak melekatkan diri pada sangkaan orang * Dialah sebagian kecil manusia yang tahu bahwa tak seharusnya hidup hanya dinilai dengan pandangan mata, apa yang tak terlihat di dalam itulah yang penting direnungkan Melihat dari jiwa, kebersihan hati, perjuangan diri dan kesucian rohani itulah yang kan membuat seseorang menjadi berbeda dan bernilai