Postingan

Pada Ilalang Belakang Rumah

Gambar
Ilalang, esok aku akan ke tanah suci Melakukan ibadah umroh dan ba'dal ayahku * Ilalang, selama ini aku tak memperdulikanmu Kau hanya rumput pengganggu yang tumbuh di halaman rumahku Pengisi ruang kosong yang tak berarti * Ada secuil cemas di bathinku Aku tak ingin di tanah suci nanti, aku hamba yang tidak diperdulikan oleh Allah Jadi hamba yang tersesat dan hilang arah di lautan manusia Bagai ilalang ditiup angin, terombang-ambing kesana-kemari * Semoga Engkau menjagaku Ya Robbi Dan tak mengacuhkan hamba yang datang mengemis keridhoan Hamba datang meminta ampunan atas segala dosa dan kekhilafan * Ya Allah aku datang memenuhi panggilanMu Dengan membawa setumpuk dosa di pundakku Jangan Engkau membenci aku Aku musafir yang ingin ada di pangkuanMu

☆ Budaya Politik Klenik, Ketiadaan Gagasan

Gambar
Katanya akan membawa perubahan pada masyarakat Katanya akan mendengarkan suara rakyat Punya misi mensejahterakan masyarakat Tapi masih wara-wiri ke tempat kramat Mencari dukungan tak terkecuali spiritual dari alam gaib * Para caleg malu-malu atau terang-terangan pergi ke dukun minta aji-aji Mbah dukunpun menjanjikan pamor, wibawa dan kepercayaan masyarakat Mungkin ada pasukan pocong, dedemit dan kuntilanak yang ikut nyoblos Yang penting menang, rasionalitas ditumbangkan dengan keyakinan mistis sebab tak punya visi, ide dan kemampuan * Sebagian tebar citra baik biar nampak agamis Datang ke pesantren meminta dukungan santri dan doa para kyai Mengirim sajadah, pakaian gamis ke rumah-rumah sebagai mahar pemilih Satu coblosan dirayu dengan uang Satu pemilih didikte dengan pilihannya Lalu dimana prinsip pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil * Gelapnya panggung politik sampai ke kaum elit Mereka mengirim santet yang bernama fitnah dan hoaks Menebarkannya di...

Petani Tak Bertahta

Gambar
Petani selalu tersisih! Di tempatku dan pasti juga sama di tempat lain Bertani, berkebun dipandang sebagai pekerjaan rendah Pendapatan rendah dan pendidikan rendah * Entah apa yang mereka pikir Mungkin bercocok tanam selalu bersentuhan dengan tanah, lumpur jadi dianggap kotor, bau dan dekil Padahal bertani butuh skill tersendiri Tak sekonyong-konyong bisa terjun langsung jadi petani Dengan pengalaman, melihat, semangat dan kerja keras adalah modal untuk jadi petani Orang malas dan gampang putus asa takkan berhasil jadi petani * Miris, petani di negeri ini jauh tertinggal dibandingkan negara maju Disana mereka mempunyai lahan yang luas Mereka menguasai teknologi untuk menunjang kualitas dan produktivitas Para ilmuwan selalu mengadakan penelitian untuk membuat varietas terbaik Dan selalu siap membantu petani dengan berbagai masalah lapangan yang dihadapi Pemerintahnya sangat memperhatikan kesejahteraan bahkan jika gagal panen petanipun dapat tunjangan * Pemerintah repu...

Embun-embun Langit ☆

Gambar
Ketika pelangi tak dapat berlari Yang menghias selepas rintik Kehadiran dewi kahyangan mengutus kalimat sang Pencipta Daku Balutan tubuh yang penuh warna dosa Dosa jalan kegelapan * Diamku adalah kedamaian dari rongronganku Menyendiri karena tak tenteram berisiknya teguran mereka Berdalih dengan apapun saat jiwa terkoyak lara Langkah kaki tak mungkin terhenti hanya karena mentari tenggelam sore ini * Jika hitam sudah berkabut Saat sinar bulan mengganti sinar sang surya Saat terang benderang menjadi samar Pencari taubat memanggil Ilahi Ingin ada kesejukan embun yang Ia teteskan dari langit Menyapu dahaga di keringnya kerongkongan dari asma' mulia * Dan biarkan angin daratan bertiup teduh Menggiring awan hitam menjauh, lalu Langit biru yang berawan putih menjadi hari baru Dalam kedamaian dan ketenangan menjejaki hidup ini

Embun-embun Langit

Gambar
Ketika pelangi tak dapat berlari Yang menghias selepas rintik Kehadiran dewi kahyangan mengutus kalimat sang Pencipta Daku Balutan tubuh yang penuh warna dosa Dosa jalan kegelapan * Diamku adalah kedamaian dari rongronganku Menyendiri karena tak tenteram berisiknya teguran mereka Berdalih dengan apapun saat jiwa terkoyak lara Langkah kaki tak mungkin terhenti hanya karena mentari tenggelam sore ini * Jika hitam sudah berkabut Saat sinar bulan mengganti sinar sang surya Saat terang benderang menjadi samar Pencari taubat memanggil Ilahi Ingin ada kesejukan embun yang Ia teteskan dari langit Menyapu dahaga di keringnya kerongkongan dari asma' mulia * Dan biarkan angin daratan bertiup teduh Menggiring awan hitam menjauh, lalu Langit biru yang berawan putih menjadi hari baru Dalam kedamaian dan ketenangan menjejaki hidup ini

Mengembara Dalam Hujan ☆

Gambar
Walau hujan terus bergulir tiap harinya dan tak pernah mengalah untuk reda Perasaanku tetap terkekang oleh kasih Serpihan jiwa adalah syair kerinduan yang terbuang Berlalu tiga musim mataku terpaku rindu * Pernahkah kau mendengar suara jantung semaput Atau angin yang berhembus rintih Kalut aku menyebutnya Melepas ketertarikanku padanya sama saja melepas cintaku * Terkapar di relung hati, saat senja kan pergi tinggalkan nirwana Samar wajah menembus tenda pembaringanmu Gerak pikirku memanggil namamu * Ingin kulukis indah wajahmu di tirai hujan ini Sebagai pengagum atas kesungguhan cintaku Kau tak pernah mengerti Di malam setelah senja ini kuingin berpadu dengan mimpi bersamamu

Lelaki Di Ujung Malam

Gambar
Ku ucapkan dengan tenang dan perlahan Segala rasa dan genangan duka dalam wirid yang kupanjatkan Aku yang bersembunyi di balik kegelisahan Di balik remang-remang kehidupan Jeraku yang kupendam Diriku yang terhasut dusta Sering kulantunkan dendang malam dengan tangisan * Terpejam mata di ribuan masalah yang memburu Kalut hati kekal bersemayam di peradu Alurnya hari kian menjemu Sampai kapan harus lari sedang ribuan caci sudah biasa kutelan * Berlindung aku di waktu shubuh Bertekuk kaki mengiba di hangatnya sajadah Gelisah yang ku utarakan dengan doa dan kepasrahan airmata Meresapi semua yang telah Ia cipta adalah kehendakNya * Aku tak mau merusak dzikir ilahi Karam Ruang rinduku yang tak terisi dengan mihrab cinta Bermanja sepi sampai fajar pagi menerpa sendu wajah ini