Dunia terasa sesak sengak Ulah nafsu kian mencuat tanpa batas Mengiris akal lukai perasaan Hati ini penat Lihat teman umbar nafsu sesaat * Jangan utarakan cinta Jika kau lihat hanya paras indah Fisik tampak apik memikat mata Cinta apa yang kau maksud Tiap saat bilang sayang Ucap rindu Kata setulus kalbu * Bohong Benar-benar bohong Kau hanya terpesona tubuhnya Ingin merasakan sensasi seksnya Ingin menikmati pula anunya * Pacaran rentang berbulan Lagaknya ucap janji Dicari satu tujuan inginkan Tidur dalam jerat buaian birahi Sampai akhirnya puas, bosan Lalu lalang melenggang cari lain yang menantang * Lihat kekasih kini kau puja Meninggalkan sejuta kenangan tanya Usai menikmati hangat tubuhmu Manja merayu mesra Buat dirimu tertipu asmara * Apa tanyamu dalam pikir Kau bilang bukan jodoh Tak cocok mungkin Tak nyaman hati Tak setia Mengapa setelah berbuat intim baru sadar Yang tersisa hanya sesal * Jangan jadikan cinta kiasan nafsu Atau cinta a...
Bertemu tak terduga Kau dan aku saling suka Tak ada yang salah dua hati saling cinta Sejalan bersama Ucap janji saling tak terpisah * Nafsu itu pun datang Menghujani otak membisikkan ke dasar jiwa Mencerca logika Hingga aliran darah terasa luruh Waktu seperti jutaan mau Syawat dan hati jadi penentu * Ku tak mau Kau membuka bajuku Menikmati tubuhku Melihat isi celanaku Hingga nafsu membara Keluar batas sadar terlempar dari ajar * Jangan turuti birahi itu Jangan nodai cinta ini Kau tahu ku tulus mencintaimu Cinta tak sebatas raga tubuh * Tatap mata ini lihat dalam naluri Aku ingin memilikimu Mendekapmu mencumbumu Tak mau jatuh arah Dalam kubangan dosa Buat kita terpanah asmara Walau itu sangat indah * Biarkan semua berjalan saja Ada takdir diatas asa Tuhan penentu segalanya Kan ada masa yang menjawab tanya kita Mungkin cinta ini kan diridhoiNya
Tidaklah seorang bayipun lahir ke dunia dapat memilih dimana dan siapa dia lahir Dunia hanyalah proses kelahiran dan kematian Tiap insan memiliki peran dan manfaat penting Fungsi takdir dan nasib sesuai qadar ilahi * Mengapa keyakinan jadi problema hingga jadi pertikaian paham agama Bukankah agama pemberi peringatan pada umat manusia Tak ada paksaan mengikuti apalagi mencampuri ajaran tertentu Jalankah saja akidah dan ibadah dengan toleransi Segala sisi kebaikan adalah perintah Allah * Mangapa pula seseorang begitu gampang mengkafirkan orang lain Bercermin saja dirimu sudah layakkah masuk surga * Bila saja diriku bukan terlahir dari rahim seorang muslim Mungkin saja agamaku nasrani, hindu ataupun budha Menyakitkan, bukan! Bila itu jadi hinaan, cemohan atau bahkan penistaan dan penindasan * Jangan sesekali mencampuri urusan tuhan Surga dan neraka Allah yang tentukan Pandanglah manusia sebagai sesama manusia Tak ada orang yang ingin sengsara Segala kembali tanggung...
Komentar
Posting Komentar